Duabelas
- Il pellegrino

- Feb 16, 2023
- 2 min read
Updated: Feb 26, 2023
Tanggal 7 Februari 2022, aku diberi teman baru. Ada 12 orang yang memulai perjalanan untuk melayani Gonzaga dan insan yang ada di dalamnya. Jumlah mereka 12 orang. Angka 12 mengingatkanku pada kiprah Seorang Guru yang ditemani oleh keduabelas murid yang kelak akan menjadi pewarta hingga ke ujung dunia. Maka dari itu, 12 orang inilah yang justru menjadi guru bagiku, setidaknya selama 1 tahun ke belakang.
Dari Kenadd aku belajar artinya menjadi seorang pemimpin yang membuat orang lain memiliki peluang menjadi versi terbaik dirinya. Dari Ja, aku belajar artinya menjadi pribadi yang bisa membangun kedekatan personal tanpa kehilangan ketajaman dalam memberikan masukan. Dari Wey, aku belajar artinya spontanitas dalam membangun keakraban dengan tetap transparan dalam mempertanggungjawaban keuangan. Dari Drew, aku belajar artinya membuka diri pada hal baru. Dari Ius, aku belajar artinya menjadi pribadi yang memiliki kemauan untuk merawat kedalaman sekaligus kepercayaan diri menginisiasi sesuatu.

Dari Kella, aku belajar menjadi pribadi yang nyaman dan mengenal berbagai hal yang ada di relung terdalam diri. Dari Ranjani, aku belajar artinya menjadi pribadi yang mau memperjuangkan dan mengikuti hati nurani. Dari Nder, aku belajar menjadi pribadi yang senantiasa menghargai setiap momen yang dimiliki. Dari Areta, aku belajar menjadi pribadi yang gigih memupuk spiritualitas Ignasian sekalipun artinya perjuangan itu dilakukan dalam senyap. Dari Una, aku belajar menjadi komunikator, baik yang handal mengkomunikasikan informasi maupun kedalaman yang ada di dalam hati. Dari Aaron, aku belajar untuk dapat merawat komunitas dan memastikan orang-orang di dalamnya sehat. Dari Centkun, aku belajar artinya menjadi pribadi yang memiliki hati dan siap siaga melakukan apapun demi lebih majunya rumah kedua bernama Gonzaga.
Aku merasa berhutang banyak pada mereka. Orang-orang luar biasa inilah yang mau menerimaku di basecamp mereka ketika aku kelelahan dan membutuhkan tempat untuk merehatkan diri. Mereka segera ngeh ketika aku berkata, "Numpang di charging room ya..." Mereka inilah sosok-sosok yang selalu mengingatkan untuk tidak terlalu keras pada diri dan memberikan waktu untuk mengambil jarak dari berbagai hal yang melingkupi. "You look so tired. Get enough sleep, Frat... "
Aku ingin mengucapkan terima kasih karena mau menjadi bagian dari sejarah hidupku di Gonzaga. Aku mau berterima kasih karena mereka adalah salah satu alasan diriku bertahan sampai saat ini. Aku ingin berterima kasih karena boleh menjadi bagian dari runat, bukan hanya ruang senat, tapi rumah senat. Andaikan mereka membaca tulisan ini, aku hanya mau mengatakan,
It is such a blessing to have you, Jumbos-Minis in my life. Terima kasih karena telah mengakhiri semuanya dengan elegan'
Akhirnya, kepengurusan senat periode ini telah usai. Masing-masing dari mereka telah memiliki peta perjalanan yang siap untuk ditelusuri dan dijelajahi. Aku berharap, dimanapun berada, mereka dapat menjadi lilin yang menyalakan terang dalam kegelapan dan garam yang memberi rasa di tengah realitas yang terlalu hambar buat ditapaki. Semoga yang tersisa bukan hanya kumpulan memori indah yang layak untuk dikenang, melainkan sebaris doa untuk setiap pribadi yang akan memulai kembali perjalanan hidupnya.
Selamat berjuang di jalan yang masing-masing, Kawan. Karena "yang fana adalah waktu. Kita abadi."



Comments